Translate

Mencari Artikel

FIND(Mencari)

Sunday, 22 July 2018

Masjid Berkah


BAB I
PENDAHULUAN


Urgensi Masjid Yang Berkah


Masjid memiliki banyak peran atau urgensi yang sangat menentukan dalam membangun, memberdayakan dan mencapai kejayaan Islam wal muslimiin. Karena itulah Rasulullah menjadikan Masjid sebagai pilar pembentukan masyarakat Medinah sejak beliau pertama kali melangkahkan kakinya hijrah ke Medinah.

Perjanjian Kerja


BAB I
PENDAHULUAN

     Dalam kehidupan ini banyak sekali terjadi hubungan antar individu atau antar organisasi atau antar instansi atau antar kelompok atau antar jenis kelamin.

Monday, 21 May 2018

Bagan Keajaiban Surat Yasin







Obat Sedih


BAB III
SEDIH

            Selanjutnya Nabi SAW mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari sifat sedih (hazan). Biasanya kita akan bersedih tatkala kehilangan sesuatu. Misalnya kehilangan orang tua, kehilangan anak hingga kehilangan harta benda karena bencana alam atau kebakaran atau perampokan atau kecurian.

Obat Gelisah


BAB II
PENDAHULUAN

2.1.          Pengertian Gelisah
Menurut Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Saalikiin, hammi dan hazan sebagaimana tertera dalam do’a Rasul di atas memiliki perbedaan. Hammi adalah bentuk kesedihan atas sesuatu yang akan datang. Sedangkan hazan adalah perasaan sedih atas sesuatu yang sudah dialami. Dalam tafsir Jalalain ketakutan akan masa yang akan datang disebut khauf, sedangkan terhadap apa yang sudah terjadi disebut hazan.[1]

Friday, 18 May 2018

DUIT Adalah Segalanya


BAB I
PENDAHULUAN

Ciri orang sukses adalah memiliki banyak DUIT. Dengan banyak DUIT maka kita akan dapat memenuhi segala kebutuhan hidup. Baik yang primer (dharurat), sekunder (hajiyat) maupun tersier (tahsinat).

Sunday, 20 April 2014

Ngalor Ngidul



NGALOR-NGIDUL

Ngalor-ngidul atau ke utara ke selatan. Atau ngetan-ngulon, ke timur ke barat adalah pepatah jwa yang diperuntukkan bagi orang yang tidak memiliki pendirian. Tidak memiliki pedoman dan pegangan yang kuat dalam hidupnya. Ia hanya ikut arah angin. Angin ke utara ia ke utara. Angin ke selatan ia ke selatan. Angin ke timur ia pergi ke timur. Angin ke barat ia ke barat.

Ngalem



  NGALEM

Ngalem atau memuji merupakan sikap yang baik dalam pendidikan. Namun jika dilakukan secara berlebihan sampai level memanjakan maka akan menimbulkan berbagai dampak yang buruk dalam pendidikan maupun pergaulan.
Contohnya orang tua yang terlalu banyak ngalem anaknya. Maka anaknya akan menjadi anak yang kurang mandiri, kurang tahan banting dan dapat terperosok dalam hal-hal yang negatif.

Wednesday, 9 April 2014

Ngakali



2.  NGAKALI

Ngakali atau nguriki atau ngadali atau ngapusi adalah sinonim dari menipu atau membohongi. Yaitu menyatakan sesuatu yang berbeda dengan kenyataannya.
Contohnya seorang atasan yang takut dikejar-kejar oleh Bank. Maka ia menyuruh sekretarisnya apabila Bank menghubungi saya, bilang,” saya tidak ada di tempat ya.” Padahal ia tidak kemana-mana.
Atau ibu rumah tangga yang ditagih oleh tukang kredit barang. Maka untuk menghindarinya ia tidak mau menemuinya. Dan menyuruh anaknya agar bilang bahwa ibu sedang pergi. Padahal ia ada di kamar.

Ngadu Domba (Energi Negatif)



1.    NGADU DOMBA

Ngadu domba adalah perbuatan memecah belah antara yang satu dengan yang lain. Seperti politik belah bambu. Yang satu diangkat yang satu diinjak. Semisal penjajah belanda. Yaitu dengan mengadu domba antara bangsawan dengan rakyat jelata. Dibiarkan mereka berperang dan saling mencurigai setiap saat sehingga kekuatannya menjadi lemah. Kemudian pada saat yang bersamaan ia mengambil keuntungan dari perbuatannya tersebut. Yaitu untuk memudahkan melakukan penjajahan dan memeras harta benda bangsa Indonesia.
Sebagian ibu-ibu suka dengan energi negatif ini. Mereka senang mengadu domba antara ibu yang satu dengan ibu yang lain. Antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.
Di waktu SD saya tinggal di sebuah asrama militer yang disebut barak. Dalam satu barak terdiri dari 11 rumah yang kecil-kecil. Dalam rangka mendapatkan uang LP (lauk-pauk) banyak tentara yang anaknya banyak.  Dengan banyak anak tentu saja kamar yang tersedia tidak cukup, akhirnya banyak anak tentara yang tidur di bawah kolong. Maka disebutlah mereka sebagai ”Anak Kolong.”