Translate

Mencari Artikel

FIND(Mencari)

Monday, 20 May 2013

Kehebatan Ayat Kursi

1.3.         Keutamaan Ayat Kursi

Setelah  kita  memahami  makna,  arti  dan  tafsirnya  yang demikian indah dan agung ini, marilah kita selami lebih dalam lagi tentang fadhilah, keutamaan, keistemewaan dan ke-mujarab-an ayat kursi ini. Sehingga akan semakin menguatkan keyakinan dan jiwa kita untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apabila ayat ini dibaca pada tempat mana saja dan pada waktu kapan saja, maka akan memberikan berkah pada rumah, dan menjaganya hingga setan atau kejahatan tidak dapat mendekatinya. Ayat ini akan memberi berkah  pada makanan hingga menjadi cukup, ayat tersebut jika dibaca dapat menjaga rumah dan penghuninya, rumah tetangga dan penghuninya serta tetangga  dari tetangganya. Juga menjaga bekal agar tidak mengalami kekurangan, hilangnya barakah, kerusakan, penyakit, keburukan dari jin atau pencuri dan lainnya dengan apa yang dirampasnya dari wilayah Tuhan Yang Maha Pengasih.[1]
Karena fadhilahnya yang luar biasa itulah, maka Imam Hasan Al Bana mewasiyatkan kepada anggota ikhwanul muslimin dan muslim pada umumnya untuk membacanya minimal di setiap  pagi dan sore hari. Beliau menghimpun dzikir harian itu dalam kitabnya Al Ma’tsurat. Yang berisi ayat-ayat Alqur’an, termasuk di dalamnya ayat kursi dan do’a-do’a yang berasal dari Rasulullah  SAW.
”Jika anda mengetahui ini wahai saudaraku, janganlah merasa aneh jika seorang muslim menjadi hamba yang sealu berdzikir kepada Allah setiap waktu dan kesempatan.  Jangan heran jika ia selalu berusaha mewarisi dari Rasululah – dan beliau adalah hamba yang paling ma’rifah kepada Rabb-nya-. Lafal yang indah memiliki kedalaman dalam makna dzikir, do’a, syukur, tasbih dan tahmid dalam setiap waktu dan kesempatan, baik dzikir yang kecil maupun yang besar. Karena Rasululah selalu berdzikir dalam setiap kesempatan yang dimilikinya. Jangan heran jika kami menuntut Ikhwanul Muslimin  agar berittiba’ (mengikuti) dan berqudwah (mencontoh) kepada sunah Nabi dengan cara menghafal lafal-lafal dzikir dalam rangka bertaqarrub (mendekat) kepada Allah SWT.”[2]

1.3.1. Seperempat Alqur’an

عن أنس « أن رسول الله صلى الله عليه وسلم . سأل رجلاً من أصحابه هل تزوّجت؟ قال : لا ، وليس عندي ما أتزوج به . قال : أو ليس معك { قل هو الله أحد } [ الإِخلاص ] ؟ قال : بلى . قال : ربع القرآن ، أليس معك { قل يا أيها الكافرون } [ الكافرون  ] ؟ قال : بلى . قال : ربع القرآن ، أليس معك { إذا زلزلت } [ الزلزلة  ] ؟ قال : بلى . قال : ربع القرآن ، أليس معك { إذا جاء نصر الله } [ النصر ] ؟ قال : بلى . قال : ربع القرآن ، أليس معك آية الكرسي؟ قال : بلى . قال : فتزوج » .
وأخرج البيهقي في شعب الإِيمان عن أنس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم « من قرأ في دبر كل صلاة مكتوبة آية الكرسي حفظ إلى الصلاة الأخرى ، ولا يحافظ عليها إلا نبي أو صديق أو شهيد » [3].

Dari Anas bahwa Rasulullah bertanya kepada salah seorang sahabatnya, ”Apakah engkau sudah menikah?” Dia menjawab, ”Belum.” Aku tidak memiliki sesuatu untuk menikah. Rasulullah berkata, ”Bukankah engkau hafal qul huwallahu ahad (Al Ikhlash)?” Sahabat menjawab, ”Ya aku hafal.” Rasulullah berkata, ”Itu sama dengan seperempat Alqur’an.” ”Bukankah engkau hafal qul yaa ayyuhal kaafiruun (Al Kaafiruun)?” Sahabat menjawab, ”Ya aku hafal.” Rasulullah berkata, ”Itu sama dengan seperempat Alqur’an.” ”Bukankah engkau hafal idzaa zulzilat (Al Zalzalah)?” Sahabat menjawab, ”Ya aku hafal.” Rasulullah berkata, ”Itu sama dengan seperempat Alqur’an.” ”Bukankah engkau hafal idza jaa’a nashrullah (An Nashr)?” Sahabat menjawab, ”Ya aku hafal.” Rasulullah berkata, ”Itu sama dengan seperempat Alqur’an.” ”Bukankah engkau hafal ayat kursi?Sahabat menjawab,Ya aku hafal.” Rasulullah berkata,Itu sama dengan sepermpat Alqur’an.[4]
Bayangkan?  Dengan membaca ayat kursi anda telah membaca seperempat Qur’an. Apa maknanya? Apa hakekatnya? Tiada lain karena ia berisi pokok-pokok keimanan. Rububiyatullah (ketuhanan Allah), uluhiyatullah (penyembahan kepada Allah) dan asmaa wa shifat (nama-nama dan sifat Allah yang indah). Akankah anda mengabaikannya dan membiarkan hari-hari anda tanpa berdzikir atau membaca atau merenungkan ayat kursi? Sungguh kita termasuk orang-orang yang rugi. Jika hanya satu ayat saja, kita tak sanggup menjadikan sebagai dzikir atau bacaan harian. Camkanlah wahai saudaraku!

1.3.2.  Ayat Yang Agung
          Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian tafsir ayat kursi bahwa ayat ini merupakan ayat yang agung (azhim). Untuk itu agar kita menjadi orang-orang yang besar melebih mbak Mega maupun bang Akbar bahkan melebihi gabungan diantara mereka yaitu Mega Akbar, sudah selayaknya kita sering-sering membaca dan mendzikirkan ayat kursi.
          Ibnu Abbas berkata, ”Allah tidak menciptakan langit dan bumi, dataran dan gunung yang lebih besar dari surat Al Baqarah yang ayat terbesar di dalamnya adalah ayat kursi.[5]
          Dari Ibnu Mas’ud, ”Sesungguhnya ayat yang terbesar dalam Alqur’an adalah Allahu Laa Ilaaha Illaa huwal hayyul qayyum.[6]
          Ibnu Mas’ud berkata, ”Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan api yang lebih besar daripada ayat yang ada dalam surat Al baqarah Allahu Laa Ilaaha Illaa huwal hayyul qayyum.”[7]

1.3.3.  Penghulu Ayat-Ayat Alqur’an
          Dari Ali bin Abi Thalib, ”Penghulu ayat-ayat Alqur’an adalah Allahu Laa Ilaaha Illaa huwal hayyul qayyum.”[8]
          Semoga ketika kita rajin membaca ayat kursi, kita juga menjadi penghulu bagi umat. Menjadi pemimpin yang shalih bagi orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana do’a kita.
1.3.4.  Ayat Yang Tergantung di Arasy

روى علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (فاتحة الكتاب، وآية الكرسي، وشهد الله أنه لا إله إلا هو، وقل اللهم مالك الملك، هذه الآيات معلقات بالعرش ليس بينهن وبين الله حجاب).[9]

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah bersabda, ”Surat Al Fatihah, ayat Kursi, Syahidallahu annahu laailaaha illaa huwa[10] dan qulillahumma malikal mulki[11] adalah ayat-ayat yang tergantung di arasy, tidak ada hijab diantaranya dengan Allah SWT.”
Bukan hanya Rasulullah yang mi’raj ke langit tujuh dan bertemu (liqa’) dengan Allah.  Allah juga memberikan kesempatan kepada kita untuk ”mi’raj.” Yaitu dengan cara membaca ayat kursi. Betapa indahnya kita bertemu Allah yaa akhii (saudaraku). Meskipun bukan dalam bentuk wujud. Tapi dalam bentuk hubungan bathin dengan wasilah (sarana) do’a dan dzikir dan dengan ilmu serta kecintaan kita kepada ayat kursi yang agung. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang memperoleh kesempatan melihat dzat Allah SWT. Melihat arasy yang agung dan kursi-Nya yang megah.

1.3.5.  Harta Yang Terpendam dibawah Arasy
عن ابن عباس قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قرأ آخر سورة البقرة وآية الكرسي ضحك، وقال: "إنهما من كنز الرحمن تحت العرش
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ”Apabila Rasulullah membaca akhir surat Al Baqarah dan ayat kursi, beliau tertawa dan berkata, ”Keduanya adalah harta Allah yang terpendam dibawah arasy...” (HR Ibnu Mardawiyah).[12]
          Dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Aku diberikan ayat kursi yang ada dibawah arasy.[13]
          Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata, ”Aku tidak melihat seorangpun yang mencapai akil baligh dalam Islam yang tidur pada malam hari sebelum membaca ayat Allahu Laa Ilaaha Illaa huwal hayyul qayyum.....jika kalian mengetahui apa yang ada padanya, tentu kalian tidak pernah melupakannya dalam setiap keadaan. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ”Ayat kursi diberikan kepadaku dari harta yang terpendam yang ada dibawah arasy dan tidak diberikan kepada nabi sebelumku. Ali berkata, ”Tidak pernah sedikitpun aku tidur tnpa membaca ayat ini setelah aku mendengarnya dari Rasulullah.” (HR Dailami, Ibnu Abi Syaibah dan Ad Darimi).[14]

1.3.6.              Obat Dari Gangguan Jin dan Syetan

           قال: هذه الآية: آية الكرسي. ثم غدا إلى النبي  صلى الله عليه وسلم فأخبره فقال النبي صلى الله عليه وسلم: "صدق الخبيث".[15]
Sebagaimana diceritakan oleh Ubay bin Ka’ab RA dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Hakim bahwa ayahnya menceritakan kepadanya bahwa beliau pernah kehilangan kurma yang djemurnya. Karena itu beliau melakukan penjagaan. Hingga pada suatu malam dia memergoki seorang pemuda yang sudah baligh dengan tangan yang berbulu. Lalu beliau mengucapkan salam dan pemuda tersebut menjawabnya. Beliau kemudian menanyakan identitasnya dan ternyata ia adalah bangsa jin. Yang ingin mendapatkan makanan sebagai bagian sedekah, karena ayah Ubay memang orang yang sangat rajin bersedekah. Lalu beliau bertanya kepada jin tersebut cara apa yang dapat dilakukan untuk dapat menyelamatkan dari gangguan jin. Jin itu memberitahukan bahwa dengan cara membaca ayat kursi. Lalu pagi harinya beliau menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah SAW dan nabi membenarkannya.
Mungkin anda sering malas sholat subuh. Malas baca Alqur’an. Malas sholat berjama’ah. Mungkin anak anda sering menangis. Mungkin barang anda sering hilang. Mungkin anda kurang bersemangat dalam bekerja.
Untuk itu obatilah dengan sering-sering membaca ayat kursi. Agar jin yang suka mengganggu anda tersebut segera pergi. Kabur terbirit-birit sehingga kita dapat berkonsentrasi secara penuh dalam beribadah kepada Allah SWT.
Syaikh Abdus Salam Bali, seorang ulama dan ahli dalam pengobatan gangguan jin memberikan tips agar terhindar dari kejahatan jin. Berwudhulah sebelum tidur, bacalah ayat kursi dan lakukanlah dzikrullah hingga kamu ngantuk. Dalam riwayat shahih dikatakan bahwa syetan pernah berkata kepada Abu Hurairah, ”Siapa yang membaca ayat kursi sebelum tidur, maka dia senantiasa dijaga oleh Allah dan tidak ada syetan yang mendekatinya hingga pagi.” Kemudian Rasulullah SAW membenarkannya seraya bersabda, ”Syetan itu jujur kepadamu sekalipun ia pendusta.” (HR Bukhari).[16]

          عن أنس بن مالك، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إن الشيطان يخرج من البيت إذا سمع سورة البقرة تقرأ فيه[17].

Dari Anas Bin Malik RA dia berkata, Rasulullah SAW bersabda ”Sesungguhnya syetan akan keluar dari rumah apabila mendengar surat Al Baqarah dibacakan di dalamnya.”
           
عن عبد الله، يعني ابن مسعود، قال: إن الشيطان يفر من البيت الذي يسمع فيه سورة البقرة.[18]
Dari Abdillah yakni Ibnu Mas’ud RA dia berkata, ”sesungguhnya syetan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah.” (HR Nasa’i, Hakim, kata Imam hakim sandanya shahih).

قال عبد الله بن مسعود: من قرأ عشر آيات من سورة البقرة في ليلة لم يدخل ذلك البيت شيطان تلك الليلة أربع من أولها وآية الكرسي وآيتان بعدها وثلاث آيات من آخرها[19] 
         
Berkata Adullah bin Mas’ud, ”Barang siapa membaca 10 ayat dari surat Al Baqarah pada malam hari maka syetan tidak akan masuk rumahnya , yaitu 4 ayat awal surat al baqarah, ayat kursi dan dua ayat sesudahnya dan tiga ayat yang terakhir.” Sama-sama kita ketahui bahwa dalam Surat tersebut ada ayat yang agung dan besar yaitu ayat Kursi.
          Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, ”Di dalam surat Al Baqarah terdapat ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat Alqur’an, tidak dibacakan pada rumah yang ada setannya melainkan setan tersebut akan keluar darinya, ayat tersebut adalah ayat Kursi.” (HR Hakim, AL Baihaqi, dishahihkan oleh Imam Hakim).[20]
         
1.3.7 .  Obat dan Penangkal Kesurupan, Santet, Pelet dan Sihir

Syaikh Sulaiman Al Asyqar berkata, ”Sebaik-baik cara yang dilakukan untuk mengusir jin yang merasuk ke dalam tubuh manusia adalah dengan berdzikir kepada Allah SWT dan membaca Alqur’an. Terutama ayat kursi.[21]
          Ayat kursi juga memiliki fungsi sebagai sarana untuk menangkal hadirnya penyakit karena gangguan jin. Semisal kesurupan, santet, pelet dan sihir.
          Dikisahkan oleh Imam Al Qurthubi dan Ibnu Abidin dari Wahab bin Munabbih, ”Apabila seseorang terkena sihir hendaknya ia mengambil tujuh daun bidara hijau yang tumbuh. Tambahkan air dan bacakan ayat kursi dan diminum dengan tiga tegukan. Setelah itu ia mandi. Cara ini insya Allah akan menghilangkan pengaruh sihir. Hal ini juga baik bagi lelaki yang dikucilkan oleh keluarganya.”[22]
Serta hampir pada semua buku-buku yang berbicara tentang terapi gangguan jin baik berupa kesurupan, santet, pelet dan sihir memasukkan ayat kursi sebagai salah satu ayat yang harus dibaca dan digunakan untuk melakukan terapi, pengobatan dan penyembuhan.

1.3.8.              Penjaga Keluarga dan Harta
Imam Ibnu Mas’ud berkata, ”Seorang laki-laki berkata, ”Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu dengannya Allah memberikan manfaat bagiku. Beliau menjawab, ”Bacalah ayat Kursi sebab itu akan menjagamu dan keturunanmu, serta menjaga rumahmu hingga rumah-rumah yang ada di sekitar rumahmu.” (Riwayat Al Muhamili).[23]
          Dari Aburrahman bin Auf bahwa apabila beliau memasuki rumahnya, dia membaca ayat Kursi disetiap sudut-sudutnya. (HR Ibnu Abi Syaibah, Abu Ya’la, Ibnul Mundzir dan Ibnu Asakir).[24]
          Dari Hasan bin Ali ia berkata, ”Rasulullah SAW bersabda,Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai sholat fardhu, dia akan berada dibawah jaminan Allah hingga sholat berikutnya.” (HR Thabarani dengan sanad hasan).
          Anas berkata Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa membaca ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, dia akan dijaga hingga sholat berikutnya. Tidak ada yang selalu melakukannya kecuali Nabi, atau orang yang benar atau syahid.” (HR Baihaqi).[25]    
          Dari Qatadah ia berkata, ”Barang siapa membaca ayat Kursi ketika beranjak ke tempat tidurnya, maka Allah akan mewakilkan dua orang malaikat untuk menjaga hingga subuh.” (Riwayat Ibnudh Dharis).

          عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من قرأ: { حم } المؤمن إلى: { إِلَيْهِ الْمَصِيرُ } وآية الكرسي حين يصبح حفظ بهما حتى يمسي ومن قرأهما حين يمسي حفظ بهما حتى يصبح" ثم قال: هذا حديث غريب.[26]
         
Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, ”Barang siapa membaca Haa Miim dari surat Al Mu’min hingga ’ilaihil mashiir dan ayat Kursi ketika pagi hari, maka ia akan dijaga hingga sore hari dan barang siapa membaca keduanya ketika sore hari tiba, maka dengan keduanya dia akan dijaga hingga pagi hari.” (Hadits gharib riwayat Ad Darimi dan At Tirmidzi).
          Dari Abu Ayyub bahwa ketika ia di sahwah[27] miliknya, salah satu makhluk ghul (jin) datang dan mengambil (apa yang ada di dalamnya). Abi Ayyub lalu memberitahukan hal ini kepada Nabi, lalu beliau berkata, ”Apabila engkau melihatnya lagi, katakan, ”Bismillah jawablah panggilan Rasulullah.” Ketika jin tersebut datang, dia mengucapkan apa yang diajarkan Rasulullah dan menangkapnya. Jin perempuan kemudian berkata,Aku tidak akan kembali lagi.Lalu Abu Ayyub melepaskannya, kemudian dia menemui Nabi, dan beliau berkata, ”Apa yang dilakukan oleh tawananmu?’ Abu Ayyub berkata,Aku telah menangkapnya tapi ia berkata, ”Aku tidak akan kembali lagi,maka aukupun melepaskannya. Nabi berkata,Dia akan kembali.Abu Ayyub lalu menangkapnya untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Dalam setiap kesempatan itu dia selalu berkata, ”Aku tidak akan kembali.
          Ketika Abu Ayyub datang menemui Nabi, beliau berkata,Apa yang dilakukan oleh tawananmu?Dia menjawab,Aku telah menangkapnya, akan tetapi ia selalu mengatakan bahwa ia tidak akan kembali. Kemudian beliau berkata, ”Ia akan kembali.Ketika aku menangkapnya ia berkata,Lepaskan aku, aku akan mengajarimu sesuatu yang jika engkau ucapkan, maka tidak ada sesuatupun yang akan mendekatimu, yaitu ayat Kursi.Lalu dia datang menemui Nabi dan mengatakan apa yang telah terjadi, beliau berkata, Dia berkata benar meskipun dia adalah pendusta.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Abi Syabibah).[28]
          Dalam hadits lainnya Imam Thabarani mengisahkan tentang pengalaman Abu Ayyub RA yang selalu kehilangan kurma. Lalu ia melihat kucing  yang berubah menjadi orang yang tua renta. Dia menangkapnya dan kemudian melepaskannya. Namun setelah itu kembali lagi. Pada akhir cerita dinyatakan bahwa orang tua tersebut mengajarkan untuk membaca ayat kursi dengan pernyataannya, ”Tidak ada setan yang tidak pergi ketika mendengarnya.” Atau di hadits lainnya dinyatakan, ”Aku akan mengajarkan sesuatu kepadamu yang jika engkau ucapkan pada malam hari, maka jin dan pencuri tidak akan mendekatimu. ” Lalu abu Ayyub datang kepada Rasulullah dan Rasulullah berkata, ”Dia berkata benar meskipun ia adalah seorang pendusta.”[29]
         
1.3.9.              Masuk Syurga

Dari Ali,  Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa membaca ayat Kursi pada akhir setiap sholat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk syurga kecuali kematian. Kemudian barang siapa membacanya ketika beranjak ke tempat tidur, maka Allah akan mengamankan rumahnya, rumah tetangganya, dan penghuni rumah-rumah yang ada di sekitarnya.[30]
Abu Umamah berkata, Rasulullah bersabda, ”Barang siapa membaca ayat Kursi pada akhir setiap sholat fardhu, niscaya tidak ada yang menghalanginya masuk syurga kecuali kematian.” (HR Nasa’i)[31]

1.3.10.         Memberi Berkah Pada makanan

Dari Aisyah RA ia berkata, ”Seorang laki-laki datang untuk mengadukan kepadanya, bahwa di dalam rumahnya terdapat sesuatu yang menyebabkan hilangnya makanan (barakah). Beliau lalu berkata, ”Dimana posisimu dari ayat Kursi? Tidaklah dibaca ayat Kursi atas sebuah makanan dan lauk melainkan Allah akan menambah keberkahan pada makanan dan lauk tersebut.[32]


[1]Ibid hal. 27-28.
[2]Hasan Al bana, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Era Intermedia (Solo:2000), hal. 247.
[3]Imam Suyuthi, Ad-Durr Al Mantsur  2/151
[4]HR Imam Ahmad.
[5]Dahsyatnya Ayat Kursi hal. 43.
[6]Ibid
[7]Ibid hal. 44.
[8]Ibid hal. 42.
[9]Tafsir Al Qurthubi 1/111
[10]Surat Ali Imran 3:18
[11]Surat Ali Imran 3:26
[12]Tafsir Ibnu Katsir 1/735
[13]Dahsyatnya Ayat Kursi  hal. 39.
[14]Ibid hal. 41.
[15]Tafsir Ibnu Katsir 1/672, Sunan Tirmidzi 10/110 hadits nomor 2805 dari Abu Ayyub al Anshori, hasan gharib.
[16]Syaikh Abus Salam Bali, Sihir dan cara Pengobatannya Secara Islami, Rabbani Press (Jakarta:1995), hal. 148.
[17]Tafsir Ibnu Katsir  1/150
[18]Ibid.
[19]Ibid
[20]Dahsyatnya Ayat Kursi hal. 58.
[21]Syaikh Sulaiman Al Asyqar,  Alam Jin dan Syetan,  AH Ba’adillah Press (Jakarta:003),  hal. 291
[22]DR. Abus Salam As Sukri, Bedah Tuntas Sihir, Pustaka Qalami (Jakarta:2004), hal. 357.
[23]Ibid hal. 48.
[24]Ibid hal. 49
[25]Ibid hal. 49
[26]Tafsir Ibnu Katsir 1/678
[27]Sebuah rumah kecil yang miring berada di tanah yang sedikit seperti sebuah kamar.
[28]Dahsyatnya Ayat Kursi hal. 62.
[29]Hal. 64-65.
[30]Ibid hal. 50.
[31]Ibid hal. 84.
[32]Ibid hal. 55.

1 comment:

Abdul Rahman said...

assalamu alaikum
kohon ijin untuk mengcopy sebagai bahan referensi dan bahan amalan
terima kasih

abdul rahman